LPPOM MUI mengadakan Stadium General di IIBS

Halal  is My Life

Jika ada dua buah daging disandingkan, apakah Anda mampu membedakan mana daging yang Halal, mana daging yang Haram (Babi)? Tentu sulit, jika kita tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai daging. Lalu bagaimana kita mengenali asal daging dari produk makanan yang sudah diolah seperti baso, nugget, sosis, dan lain sebagainya. LPPOM MUI berbagi cerita dalam Stadium general di IIBS.

Bertempat di Masjid IIBS-RI Lippo Cikarang, seluruh siswa SMP dan SMA IIBS mendapatkan pencerahan dari Ibu Nadia Lutfi Masduki, S.Psi., M.Si., Kepala sub divisi LPPOM MUI  yang hadir dalam Stadium General pada Rabu, 17 Oktober 2018. Dalam Stadium General tersebut, Ibu Nadia, panggilan akrabnya, menjelaskan banyak hal mengenai Halal- Haram makanan.

Penjelasan mengenai Halal Haram makanan disajikan begitu menarik. Sesekali beliau memutar sebuah mini drama dari Korea yang juga diperankan oleh WNI. Dalam mini drama tersebut, dijelaskan bagaimana kita sebagai Muslim yang tinggal di Negara Non Muslim harus berhati-hati terhadap makanan yang akan kita konsumsi.

Hal tersebut didasari oleh beberapa ayat Al Qur’an yang juga dipaparkan oleh Ibu Nadia dalam slide presentasinya. Yaitu Q.S Al Baqarah : 168, 173, dan 219 serta Q.S Al-Maidah : 3. Kehidupan seorang muslim haruslah berlandaskan Al Qur’an dan Sunah Rasulullah SAW.

Ibu Nadia mengatakan bahwa We are what we eat, apa yang kita makan. Hal tersebut mengandung arti bahwa perilaku, perangai, bahkan sifat kita akan ditentukan dengan apa yang kita makan. Untuk itu jika kita selalu mengkonsumsi makanan yang halal, Insya Allah perilaku, perangai kita akan lebih bercahaya, tenang, dan akan lebih baik.

Oleh karena itu, sejak usia dini, pengetahuan halal ini diperlukan. Beruntunglah seluruh siswa SMP dan SMA IIBS dapat  belajar mengenali makanan yang tidak hanya halal tapi juga thayyib. Dan cara yang paling mudah untuk mengenali kehalalan suatu produk makanan atau minuman, adalah melihat logo halal di kemasan.

Semoga Stadium General yang dilaksanakan kali ini bermanfaat untuk seluruh siswa IIBS dan staf serta guru sekolah boarding yang berlokasi di Cikarang itu.

Dalam kesempatan ini pula, Ibu Nadia memberikan informasi mengenai lomba Olimpiade Halal 2018. Klik linknya untuk mengetahui informasi lebih lanjut  DISINI 

 

Duka Cita Gempa Palu-Donggala

Duka Cita Gempa Palu-Donggala

Keluarga besar IIBS turut merasakan Duka Cita Mendalam. Duka cita atas musibah GEMPA TSUNAMI PALU-DONGGALA yang dialami oleh keluarga Alumni IIBS dan Staf IIBS (guru, marketing/staf admission).

Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

(مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ  (١١

 

Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah dan barang siapa beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

At Taghaabun Ayat 11

Mengapa Harus Islamic Boarding School?

Begitu banyak sekolah di Indonesia dengan mengusung berbagai tema, lalu mengapa para orangtua harus memilih Islamic Boarding School?

Mungkin beberapa alasan ini dapat menjadi alasan bagi Anda para orangtua murid yang mencari sekolah dengan dasar keislaman dan fasilitas yang memadai demi terciptanya masa depan yang lebih baik.

1. Lingkungan yang Terkondisikan

Seharusnya bagi orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di Islamic Boarding School sudah tidak ada kekhawatiran lagi dengan pergaulan anaknya karena di setiap asrama sudah difasilitasi dengan Guru Pendamping Asrama yang selalu standby mengkondisikan siswa yang ada di asrama tersebut. Salah satu perilaku yang tidak dijumpai di sekolah umum adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Di Islamic Boarding School Jakarta, seperti SMP IIBS dan SMA IIBS, antara anak laki-laki dan perempuan dipisahkan tempatnya. Meski masih dalam satu area, namun ada sebuah gedung sebagai pemisah antara asrama putri dan putra.

2. Pergaulan Anak Terpantau

Dengan adanya Guru Pendamping Asrama maka pergaluan anak akan terpantau dengan baik. Tugas dari Guru Pendamping Asrama ini adalah memberikan pengarahan dan bimbingan serta mengawasi tingkah laku anak di asrama. Apabila anak melakukan tindakan yang tidak terpuji, maka segera Guru Pendamping inilah yang menyelesaikannya.

3. Membentengi Anak dari Kontaminasi Pengaruh Luar

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, dengan berkembangnya teknologi informasi terutama TV, gadget dan Internet, kini semakin banyak perilaku-perilaku negatif di masyarakat yang semakin meluas. Sedangkan kalau di Islamic Boarding School, terdapat aturan yang melarang siswa untuk membawa HP, TV dan peralatan komunikasi yang lain. Sehingga pengaruh luar yang cenderung banyak negatifnya itu dapat diminimalisir.

Islamic Boarding School
IIBS RI Lippo Cikarang

4. Kerukunan dan Kekeluargaan yang Kuat

Karena merasa senasib dan bertempat tinggal yang sama serta kesehariannya juga dilakukan secara bersama-sama maka kerukunan dan kekeluargaan antar siswa sangat kuat. Hal ini pasti tidak akan Anda jumpai di sekolah umum.

5. Menghindari Kesenjangan Sosial

Semua siswa yang berada di asrma tidak diperkenankan membawa peralatan-peralatan elektronik dan barang-barang kebutuhan pribadi yang tidak mendukung proses pembelajaran dan kegiatan di asrama. Sehingga semua siswa yang berada di asrma memiliki kesamaan dalam kegiatan dan jenis makanan yang dimakan.

6. Integrasi Sekolah dengan Pondok Pesantren

Selain mendapatkan ilmu umum seperti layaknya di sekolah umum, siswa yang sekolah di Islamic Boarding School juga diberikan ilmu keagamaan yang sama dengan anak pondok pesantren. Jadi dengan sekolah di  Islamic Boarding School akan mendapatkan dua ilmu sekaligus, yaitu ilmu dunia dan akhirat.

7. Pertimbangan Akademik
Bagi sekolah umum yang sudah favorit memiliki fasilitas yang sangat luar biasa untuk meningkatkan prestasi anak didiknya. Mulai dari penambahan jam pelajaran hingga tugas-tugas yang sangat padat. Nah, jika Anda menginginkan anak untuk sekolah umum sambil pondok pesantren secara terpisah (tidak Boarding School) pasti akan mengalami tekanan yang luar biasa. Kalau dirangking kemungkinan sulit untuk menduduki rangking atas karena membutuhkan usaha yang sangat keras. Disinilah tempat menimba ilmu dan Inshallah semua bisa dijalani dengan baik dan mampu untuk lulus dengan nilai yang baik pula.

Ket: Dari segala sumber