Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momentum penting dalam kalender pendidikan Islam. Peristiwa agung ini tidak hanya dipahami sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai tonggak fundamental pembentukan kesadaran beriman, kedisiplinan beribadah, dan kematangan karakter.
Dalam konteks pendidikan, Isra’ Mi’raj menghadirkan pesan tentang hubungan antara nilai spiritual dan tanggung jawab manusia dalam kehidupan sehari-hari.
International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI) memandang peringatan Isra’ Mi’raj sebagai bagian integral dari proses pendidikan.
Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, dan moral peserta didik.
Komitmen IIEC-RI
Sebagai lembaga pendidikan Islam, IIEC-RI menempatkan nilai keimanan dan akhlak sebagai fondasi utama dalam seluruh proses pembelajaran. Pendidikan tidak diposisikan semata sebagai transfer pengetahuan, melainkan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya.
Peringatan hari besar Islam, termasuk Isra’ Mi’raj, dirancang sebagai bagian dari ekosistem pendidikan karakter. Melalui pendekatan ini, peserta didik diajak memahami makna ajaran Islam secara kontekstual dan relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H di IIEC-RI
Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H yang diselenggarakan di lingkungan IIEC-RI berlangsung dengan khidmat dan tertib. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik, pendidik, serta seluruh civitas akademika sekolah.
Rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian tausiyah keislaman, serta sesi refleksi yang mengajak peserta didik merenungi makna Isra’ Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh kegiatan dirancang secara edukatif agar nilai-nilai yang disampaikan dapat dipahami dan diinternalisasi secara optimal.
Makna Isra’ Mi’raj dan Perintah Salat
Salah satu pesan utama dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perintah salat lima waktu. Salat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan disiplin, keteguhan moral, dan kesadaran akan tanggung jawab personal.
Dalam kajian yang disampaikan, peserta didik diajak memahami bahwa salat memiliki dimensi pendidikan yang kuat. Konsistensi dalam ibadah melatih kedisiplinan waktu, pengendalian diri, serta integritas dalam bersikap. Nilai-nilai inilah yang menjadi landasan penting dalam proses pembentukan karakter pelajar.
Pendidikan Karakter dalam Perspektif Isra’ Mi’raj
IIEC-RI memandang Isra’ Mi’raj sebagai sumber inspirasi dalam penguatan pendidikan karakter. Nilai ketaatan, kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan yang terkandung dalam peristiwa ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj, peserta didik tidak hanya diajak memahami peristiwa secara historis, tetapi juga mengaitkannya dengan perilaku nyata. Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar konsep teoritis, melainkan proses pembiasaan yang berkelanjutan.
Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, pendidikan dihadapkan pada kebutuhan untuk menyeimbangkan kecakapan intelektual dan kematangan moral. Peringatan Isra’ Mi’raj menjadi pengingat akan pentingnya arah pendidikan yang berlandaskan nilai.
IIEC-RI berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Pendekatan ini diharapkan mampu membekali peserta didik dengan karakter kuat dan integritas yang kokoh.
Penutup
Peringatan Isra’ Mi’raj di IIEC-RI menjadi momentum reflektif dalam meneguhkan iman dan memperkuat karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keislaman tidak hanya diperingati, tetapi juga dihidupkan dalam proses pendidikan sehari-hari.
Dengan komitmen terhadap pendidikan berbasis nilai, IIEC-RI terus berupaya mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Spirit Isra’ Mi’raj diharapkan senantiasa menjadi bagian dari perjalanan pendidikan menuju terbentuknya insan yang unggul dan bertanggung jawab.
Great Students are Produced by a Great School
International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI) didirikan di Indonesia sebagai lambang representasi umat Islam terbesar di seluruh dunia. IIEC-RI adalah institusi Pendidikan Islam Internasional yang menaungi sekolah SMP-IISS dan SMA-IIHS (Fullday School), serta IIBS-RI untuk jenjang SD, SMP, dan SMA (Boarding School), dengan konsep menyatukan pendidikan duniawi dan ukhrawi, serta pendidikan yang senantiasa menghadirkan Allah SWT di setiap aspek kehidupan.
Sekolah IIEC-RI berbasis kepada lima pilar kurikulum yang dirancang sebaik mungkin dan terintegrasi menjadi satu kesatuan tak terpisahkan sehingga menjadikan sekolah ini sebagai sekolah kehidupan. Dimana mencetak anak didiknya, menjadi individu yang terisi segala aspek kehidupan baik itu pola pikir, rohani, jasmani dan keterampilan.
Keunggulan IIEC-RI
International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI) adalah sekolah Islam fullday dan boarding yang menerapkan ajaran-ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah yang memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
1. Sekolah Islam International.
2. Terakreditasi A.
3. Overseas Program ke Negara: Jordan, New Zealand, Canada, Scotland, United State dan Australia.
4. Two Years Study Program.
5. Program Tahfidz Quran.
6. Fasilitas Sekolah yang Lengkap.
7. Networking.
8. Mendapatkan Ijazah Nasional (Diknas) dan International (Ijazah IIEC-RI).
Hubungi Kami
Mari bergabung bersama kami, menjadi bagian keluarga besar International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI). Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan hubungi kami pada kontak yang tertera di bawah ini:
Email: info@iiec-edu.org
Telp: +62-811-116-114
WhatsApp: +62-811-116-114 (klik untuk chat langsung)
Pendidikan di IIEC-RI adalah berdasarkan Al-Quran dan sunnah Rasul ﷺ yang menghantarkan manusia pada cakrawala ilmu yang terang benderang, melebur tembok-tembok perbedaan serta menembus tabir-tabir kegelapan.
Pendidikan ini mengantarkan anak-anak kita untuk dapat menjadi umat yang mampu mengimplemantasikan Islam secara utuh dan konsisten, karena dengan demikianlah mereka dapat menjadi lokomotif serta menjadi tulang punggung tegaknya kemuliaan hidup di muka bumi ini.


