IIEC-RI 23 Tahun: Perayaan Milad yang Ditandai Peluncuran Dua Buku Edukatif

Milad ke-23 IIEC-RI Merayakan Perjalanan, Melahirkan Karya

Milad adalah ruang refleksi atas perjalanan yang telah ditempuh sekaligus titik tolak untuk meneguhkan arah ke depan. Dalam konteks inilah, Milad ke-23 International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI) dimaknai: sebagai momentum evaluasi, penguatan komitmen, dan perayaan produktivitas intelektual melalui peluncuran dua buku karya pendirinya.

Memasuki usia dua puluh tiga tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 2026, IIEC-RI menunjukkan kematangan sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten mengintegrasikan nilai keislaman, kualitas akademik, dan pembinaan karakter.

Perjalanan lebih dari dua dekade tersebut bukanlah rentang waktu yang singkat. Ia menandai proses panjang pembentukan sistem, budaya belajar, dan tata kelola pendidikan yang terus disempurnakan dari waktu ke waktu.

23 Tahun Konsistensi dan Penguatan Sistem

Sejak berdiri, IIEC-RI membawa visi pendidikan Islam yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan kepribadian dan integritas peserta didik. Orientasi ini diterjemahkan dalam sistem pembelajaran yang terstruktur, kurikulum yang relevan, serta pengawasan pembinaan yang berkesinambungan.

Dalam kurun 23 tahun, institusi ini berkembang tidak hanya dari sisi kuantitas peserta didik, tetapi juga kualitas tata kelola. Penguatan standar akademik, pembinaan adab dan kedisiplinan, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif menjadi prioritas. Pendidikan dipahami sebagai proses menyeluruh yang mencakup dimensi intelektual, moral, dan sosial.

IIEC-RI memposisikan diri sebagai lembaga yang berupaya menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan fondasi nilai. Di tengah dinamika global dan perubahan sosial yang cepat, sekolah tidak cukup hanya mencetak lulusan dengan nilai akademik tinggi. Diperlukan generasi yang memiliki karakter, daya tahan moral, dan kemampuan beradaptasi. Prinsip inilah yang terus dirawat dalam praktik pendidikan di IIEC-RI.

Pendidikan sebagai Misi Peradaban

Milad ke-23 juga menjadi ruang untuk menegaskan kembali bahwa pendidikan adalah misi peradaban. Setiap lembaga pendidikan memikul tanggung jawab sosial yang besar: membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakatnya.

IIEC-RI memandang pendidikan Islam sebagai upaya strategis membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara iman dan ilmu. Pendekatan ini diwujudkan melalui pembelajaran yang sistematis, pembiasaan ibadah, pembinaan karakter, serta penguatan budaya literasi. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, melainkan ruang pembentukan kepribadian yang utuh.

Dalam praktiknya, IIEC-RI mengembangkan lingkungan belajar yang terarah dan disiplin, sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan perkembangan psikologis peserta didik. Keseimbangan antara ketegasan dan pendekatan humanis menjadi ciri pembinaan yang dijalankan. Model ini menjadi salah satu pembeda yang memperkuat identitas lembaga.

Menghidupkan Tradisi Intelektual

Momentum Milad ke-23 semakin bermakna dengan peluncuran dua buku karya Founding Father IIEC-RI, Drs. Emil ABBAS. Kehadiran karya ini menegaskan bahwa budaya akademik dan literasi tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata di lingkungan institusi.

Dua buku yang diluncurkan berjudul:

  1. Boarding School Sebagai Taman Pendidikan
  2. Tipologi Guru Perusak Dunia Pendidikan

Keduanya merepresentasikan kepedulian terhadap kualitas pendidikan nasional sekaligus refleksi panjang atas pengalaman dan pengamatan di lapangan.

Peluncuran buku dalam rangka milad menunjukkan bahwa IIEC-RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Perayaan diisi dengan kontribusi pemikiran yang relevan bagi dunia pendidikan. Tradisi menulis dan berdiskusi menjadi bagian dari ekosistem akademik yang ingin terus diperkuat.

1. Boarding School sebagai Taman Pendidikan

Buku Boarding School Sebagai Taman Pendidikan mengangkat gagasan bahwa sistem asrama memiliki potensi besar dalam membentuk karakter dan kemandirian peserta didik. Konsep “taman pendidikan” menekankan pentingnya lingkungan yang terarah, aman, dan mendidik, di mana siswa tumbuh dalam pengawasan sekaligus pembiasaan nilai.

Dalam sistem boarding, proses pendidikan berlangsung tidak terbatas pada jam pelajaran formal. Interaksi sosial, pembiasaan ibadah, manajemen waktu, hingga kemandirian personal menjadi bagian dari kurikulum kehidupan sehari-hari. Buku ini menyoroti bahwa jika dikelola dengan baik, boarding school dapat menjadi wahana efektif untuk membangun disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Gagasan tersebut selaras dengan pendekatan pembinaan yang selama ini dikembangkan di IIEC-RI. Lingkungan pendidikan yang terstruktur memungkinkan proses internalisasi nilai berjalan lebih optimal. Pendidikan karakter tidak sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui sistem dan pengawasan yang konsisten.

2. Tipologi Guru Perusak Dunia Pendidikan

Sementara itu, buku Tipologi Guru Perusak Dunia Pendidikan menghadirkan refleksi mengenai peran pendidik. Judulnya yang tegas mengundang perhatian, namun substansinya bersifat konstruktif. Buku ini memetakan sejumlah sikap dan perilaku guru yang berpotensi merusak ekosistem pendidikan, baik secara moral maupun profesional.

Pesan utamanya jelas: guru adalah figur sentral dalam proses pendidikan. Profesionalisme, integritas, dan keteladanan menjadi fondasi utama. Tanpa itu, sistem pendidikan yang baik sekalipun dapat kehilangan ruhnya.

Melalui buku ini, pembaca diajak melakukan evaluasi diri yang bertujuan memperbaiki. Dunia pendidikan memerlukan pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki komitmen moral dan tanggung jawab sosial.

Bagi IIEC-RI, refleksi semacam ini relevan untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Pembinaan guru dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pelatihan, evaluasi, maupun penguatan budaya profesional. Dengan demikian, peningkatan mutu tidak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga pada pendidiknya.

Milad sebagai Refleksi dan Produktivitas

Perayaan Milad ke-23 IIEC-RI memperlihatkan bahwa usia matang harus diiringi dengan produktivitas. Peluncuran dua buku menjadi simbol bahwa lembaga ini berupaya menjaga tradisi berpikir dan menulis sebagai bagian dari budaya akademik.

Institusi pendidikan yang sehat adalah institusi yang terus belajar, mengevaluasi diri, dan menghasilkan gagasan. Di sinilah letak relevansi milad sebagai momentum strategis: bukan hanya mengingat masa lalu, tetapi juga memperkuat kontribusi di masa depan.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, IIEC-RI memiliki modal institusional yang kuat untuk terus berkembang. Penguatan sistem, peningkatan kualitas pengajar, serta perluasan jejaring menjadi agenda yang terus dijalankan.

Penutup

Memasuki usia ke-23, IIEC-RI berada pada fase konsolidasi dan ekspansi kualitas. Tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi menuntut kesiapan yang lebih sistematis. Adaptasi teknologi, penguatan kurikulum, dan pembinaan karakter tetap menjadi prioritas utama.

Milad ini menjadi penegasan bahwa perjalanan panjang tidak sia-sia. Ia telah melahirkan sistem, budaya, dan karya. Dengan pengalaman yang teruji serta visi yang terarah, IIEC-RI berkomitmen melanjutkan perannya dalam membangun generasi berilmu, berintegritas, dan berdaya saing.

Perayaan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan meneguhkan langkah ke depan. Dari perjalanan yang telah ditempuh, lahir karya. Dari karya, tumbuh harapan. Dan dari harapan itulah, pendidikan terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik.


Great Students are Produced by a Great School

International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI) didirikan di Indonesia sebagai lambang representasi umat Islam terbesar di seluruh dunia. IIEC-RI adalah institusi Pendidikan Islam Internasional yang menaungi sekolah SMP-IISS dan SMA-IIHS (Fullday School), serta IIBS-RI untuk jenjang SD, SMP, dan SMA (Boarding School), dengan konsep menyatukan pendidikan duniawi dan ukhrawi, serta pendidikan yang senantiasa menghadirkan Allah SWT di setiap aspek kehidupan.

Sekolah IIEC-RI berbasis kepada lima pilar kurikulum yang dirancang sebaik mungkin dan terintegrasi menjadi satu kesatuan tak terpisahkan sehingga menjadikan sekolah ini sebagai sekolah kehidupan. Dimana mencetak anak didiknya, menjadi individu yang terisi segala aspek kehidupan baik itu pola pikir, rohani, jasmani dan keterampilan.

Keunggulan IIEC-RI

International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI) adalah sekolah Islam fullday dan boarding yang menerapkan ajaran-ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah yang memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

1. Sekolah Islam International.
2. Terakreditasi A.
3. Overseas Program ke Negara: Jordan, New Zealand, Canada, Scotland, United State dan Australia.
4. Two Years Study Program.
5. Program Tahfidz Quran.
6. Fasilitas Sekolah yang Lengkap.
7. Networking.
8. Mendapatkan Ijazah Nasional (Diknas) dan International (Ijazah IIEC-RI).

Hubungi Kami

Mari bergabung bersama kami, menjadi bagian keluarga besar International Islamic Education Council Republic of Indonesia (IIEC-RI). Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan hubungi tim Admission kami pada kontak yang tertera di bawah ini:

Email:
info@iiec-edu.org

Telp:
+62-811-346-767
+62-811-116-114

WhatsApp:
+62-811-346-767 (klik untuk chat langsung)
+62-811-116-114 (klik untuk chat langsung)

Pendidikan di IIEC-RI adalah berdasarkan Al-Quran dan sunnah Rasul ﷺ yang menghantarkan manusia pada cakrawala ilmu yang terang benderang, melebur tembok-tembok perbedaan serta menembus tabir-tabir kegelapan.

Pendidikan ini mengantarkan anak-anak kita untuk dapat menjadi umat yang mampu mengimplemantasikan Islam secara utuh dan konsisten, karena dengan demikianlah mereka dapat menjadi lokomotif serta menjadi tulang punggung tegaknya kemuliaan hidup di muka bumi ini.

Pop Up Website-min