
Memahami Perbedaan Boarding School dengan Sekolah Reguler
Masa depan anak ibarat kanvas kosong yang akan diwarnai oleh pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh hari ini. Pendidikan menjadi kuas utama yang membentuk karakter,
Home > Boarding School > Halaman 2

Masa depan anak ibarat kanvas kosong yang akan diwarnai oleh pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh hari ini. Pendidikan menjadi kuas utama yang membentuk karakter,

Ballroom Gedung IIEC pada hari Minggu, 13 Juli 2025, menjadi saksi dimulainya langkah baru para peserta didik baru dalam menempuh pendidikan di lingkungan International Islamic

Kamu lagi nyari sekolah yang nggak cuma ngajarin pelajaran umum kayak Matematika atau Bahasa Inggris, tapi juga ngajarin nilai-nilai Islam secara mendalam plus punya lingkungan

Meraih kursi di perguruan tinggi negeri favorit adalah impian banyak orang, namun hanya mereka yang gigih, berani bermimpi, dan pantang menyerah yang mampu mewujudkannya. Tidak

Menjadi siswa di International Islamic Education Council (IIEC) adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus peluang. Di lingkungan boarding school, setiap hari diisi dengan jadwal padat:

Smartphone, notifikasi media sosial, hingga pesan singkat yang terus berdatangan, tanpa sadar menjadi pengganggu utama dalam proses belajar. Alih-alih menyerap materi, perhatian kita justru mudah

Setiap insan pasti akan menemui berbagai tantangan, entah itu berupa kesulitan, kegagalan, atau bahkan kehilangan. Realitas inilah yang mengajarkan kita bahwa menghadapi hidup bukan sekadar

Setiap tanggal 1 Muharram menandai babak baru dalam perjalanan waktu umat Islam, sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriah. Kalender ini bukan sekadar penanggalan biasa,

Pendidikan menengah, baik SMP maupun SMA, secara tradisional ditempuh dalam waktu tiga tahun untuk masing-masing jenjang. Model ini telah menjadi standar di Indonesia dan banyak

Pendidikan abad ke-21 menuntut lebih dari sekadar menghafal fakta; siswa dituntut mampu menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara mandiri. Kemampuan ini menjadi fondasi penting untuk

Dunia pendidikan kita kerap disibukkan dengan angka dan prestasi akademik, sementara sisi moral perlahan terpinggirkan. Fenomena pergaulan bebas, ketidaksantunan, hingga krisis etika menjadi alarm keras

Di tengah derasnya arus globalisasi, dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual. Kini,